Bagaskara Streaming

Lila Baghaskara
Lila Baghaskara
Office : +62-351-896-393
Online : +62-351-4474-133
SMS : +62-813-3576-2345

Bagaskara FM : MAP FB
Darma Mitra ...: MAP FB

CBS - Chat Room


Loading

WP Shoutbox
Nama
Situs web
Message
Smile
free counters
PT. Darma Mitra Anugerah – PT. Radio Citra Baghaskara Swara – CV. Bagaskara Engineering

Info Wisata

Waduk Gonggang Magetan (2)

Magetan.Wiramuda,memang Telaga Sarangan sampai saat ini memang menjadi ikon bagi Kabupaten Magetan, akan tetapi sebenarnya tidak hanya telaga Sarangan saja,satu lagi yang tidak kalah menarik untuk anda kunjungi,Waduk Gonggang,bendungan yang mempunyai pesona tersendiri yang terletak di poncol Magetan.

Jika anda hendak ke Waduk Gonggang rute yang dilewati sama seperti arah ke sarangan, hanya saja,setelah pasar Plaosan , tepatnya depan kantor kecamatan Plaosan ada jalan ke arah Poncol,kemudian lurus saja mengikuti saja jalan, arah Poncol, Waduk gonggang berada di dusun Ledok desa Janggan Kecamatan Poncol.

Waduk gonggang adalah bendungan buatan yang berguna untuk kepentingan irigasi, air minum maupun kepentingan lainnya, sehingga ketika musim kemaraupun Magetan tidak akan mengalami krisis air karena adanya bendungan yang memiliki kedalaman 60 meter ini.

waduk yang memiliki kapasitas air 20 juta meter kubik lebih ini selain sebagai bendungan, sebagai tempat wisata juga  karena pemandangan disana sangat indah .

Air Terjun Waton Jamas Pundak Kiwo – Magetan

Magetan,Air Terjun Waton Jamas Ndak Tuo terdiri dari  tiga rangkaian air terjun yang berada pada satu aliran sungai di Desa Ngancar. Ketiga air terjun tersebut adalah Air Terjun Terjun Watu Ondo, Jarakan dan Pundak Kiwo.

Air Terjun Watu Ondo adalah air terjun yang berada paling bawah.  Air terjun ini sangat indah karena air tersebut turun/terjun dengan ketinggian sekitar 20 meter dengan melewati sederetan batu yang tertata rapi bersap bagaikan tangga sehingga terkenal dengan sebutan Watu Ondo.

Air Terjun Jarakan terletak sekitar 80 meter di atas Air Terjun Watu Ondo dengan ketinggian air terjun sekitar 35 meter.  Di bawah air terjun ini  terdapat sendang kecil dimana dapat digunakan untuk mandi atau sekedar mencuci muka.  Volume air yang mengalir di air terjun ini memang lebih banyak ketimbang Watu Ondo.

Air Terjun Pundak Kiwo teletak di bagian paling atas rangkaian air terjun di atas dan merupakan air terjun paling besar/tinggi dengan ketinggian sekitar 45 meter. Air terjun ini berjarak sekitar setengah jam dari Air Terjun Jarakan. Jika dipandang dari bawah, letak air terjun ini berada pada sisi kiri lereng gunung, sehingga disebut Pundak Kiwo.

Lokasi
Terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, PropinsiJawa Timur.
Peta dan Koordinat GPS:  7° 39′ 54.97″ S  111° 11′ 47.44″ E  

Aksesbilitas

Berjarak sekitar 17 km dari kota Magetan yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan kondisi jalan cukup baik beraspal hingga sampai ke aeral parkir.  Jika datang dari kota Magetan sesampainya di daerah Ngerong (sebelum pertigaan ke arah Sarangan) ada jalan masuk ke arah air terjun yang mana ditandai dengan papan petunjuk di sebelah kiri jalan.  Selanjutnya dari jalan masuk sekitar 600 m akan ditemui pintu gerbang masuk yang ditandai dengan adanya bekas pesawat yang dijadikan monumen sejarah.

Setelah memarkirkna kendaraan di dekat pintu gerbang perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 600 m melewati jalan makadam hingga tiba di air terjun pertama Air Terjun Watu Ondo.

https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-timur/air-terjun-watu-ondo—ngancar—magetan

Wisata Waduk Pondok Ngawi

 

Waduk Pondok | Selain terkenal dengan hutannya semisal hutan alas ketonggo, ternyata daerah Ngawi juga ada sebuah waduk yang begitu indah, yaitu waduk Pondok. Meskipun mulai terlupakan waduk ini ternayata sangat indah dan pesonanya tidak akan kalah dengan waduk-waduk lainnya.

 waduk Pondok ini dulunya adalah primadona para pemancing dan wisatawan untuk melepas lelah. Dari cerita warga setempat, tempat ini dulu adalah tempat menggantungkan hidup bagi warga desa  sekitar waduk karena banyak sekali warga yang bekerja di keramba ini.
Sekarang, Waduk Pondok hanya digunakan untuk tempat memancing dan nongkrong. Rute menuju waduk pondok sebenarnya tidak sulit. jika kalian telah berada di ngawi, kalian bisa menuju arah Surabaya. Nanti ada petunjuk jalan yang menunjukkan arah waduk ini. Bukan hanya wisata air, namun pemandangan yang menakjubkan bisa kalian jumpai, Seperti deretan hutan jati, mahoni dan ada juga batuan kapur yang sangat indah di sekitar waduk. jadi Waduk ini cocok untuk kalian yang suka fotografi.

Bendungan Gonggang/ Waduk Gonggang

 

Lokasi: Dusun Ledok, Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan

Keadaan Umum: Bendungan Gonggang tereletak di aliran Sungai Gonggang yang merupakan anak dari Sungai Madiun. Bendungan ini memiliki tinggi 60 meter dengan panjang sekitar 234 meter. Adapun, kapasitas volume tampungan air mencapai 22 juta meter kubik. Bendungan ini diharapkan mampu menyuplai kepentingan irigasi, termasuk air minum, industri, dan kebutuhan lainnya. Sehingga, meski pun di musim kemarau intensitas air di wilayah krisis air di Magetan bisa teratasi.

Selain fungsi irigasi, Bendungan Gonggang diharapkan mampu menjadi salah satu obyek wisata alternatif di Magetan. Meskipun demikian, pemanfaatan bendungan ini sebagai obyek wisata dibatasi agar tidak menggangung fungsi bendungan.

Sejarah:

  • Potensi sungai Gonggang sudah diidentifikasi oleh Proyek Pengembangan dan Konservasi Sumber Air Bengawan Solo pada tahun 1995, dilanjutkan dengan pekerjaan pra desain waduk lapangan Genilangit di Desa Genilangit kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
  • Pemerintah Kabupaten Magetan telah melakukan langkah strategi untuk membangun waduk Gonggang, antara lain melakukan studi, Pra Desain, Detail Desain, Sertifikasi Desain, Larap, Amdal yang  kemudian pelaksanaan fisik mulai tahun anggaran 2004 dilaksanakan oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Air Bengawan Solo.
  • Pelaksanaan supervisi dimulai pada tahun 2006 sampai dengan 2011 (selama 6 tahun).
  • Bendungan Gonggang diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Djoko Kirmanto pada 15 Juni 2012.

 

             Benteng Magetan

Manisnya Roti Bolu Khas Magetan

Magetan  - Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memiliki banyak sekali kuliner khas. Salah satunya adalah roti bolu.

Rasanya yang manis dan lembut, membuat roti ini banyak disukai oleh masyarakat. Tak hanya warga Magetan sendiri, namun juga warga luar Magetan.

Sentra pembuatan roti bolu terdapat di Kecamatan Plaosan, di antaranya di Desa Sidomukti dan Desa Nitikan.
Banyak yang suka sehingga sudah bisa dipasarkan sampai keluar Magetan, seperti Madiun, Ngawi, Ponorogo, bahkan hingga Solo dan Sragen, Jawa Tengah.Yang menjadi khas dari roti bolu Magetan adalah aroma jahe dan jeruk disela rasa manisnya yang lembut. Sehingga membuat penikmatnya tak bosan ingin mencicipiya terus-menerus.

Proses pembuatannya juga tidaklah sulit. Bahan yang dibutuhkan antara lain, tepung terigu, gula pasir, telur, vanili, serta tumbukan jahe dan perasan jeruk purut yang menjadi andalannya.

Bahan-bahan tersebut dicampur menjadi adonan dan setelah itu dicetak kecil-kecil berbentuk oval, lalu dioven hingga matang. Proses selanjutnya, roti bolu Magetan siap dikemas dan dipasarkan. Rata-rata produksinya mencapai 1.500 bungkus per hari.

Di Kota Magetan sendiri tak sulit mencari roti bolu. Hampir seluruh toko di pasar dan pusat jajanan di wilayah setempat selalu menjualnya. Jajanan tersebut telah menjadi ikon Magetan dan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Magetan.

Jalan Tembus Cemoro Sewu Sarangan

MAGETAN.Jalan Tembus Cemoro Sewu – Sarangan atau masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan “JT” adalah sebuah jalan yang terletak di lereng Gunung Lawu tepatnya di Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kab. Magetan yang memiliki ketinggian sekitar 1000 m dpl. Jalan ini berjarak kurang lebih 15 km ke barat dari kota Magetan. Jalan ini dapat dilalui sepeda motor maupun mobil.

Jalan Tembus Cemoro Sewu – Sarangan adalah proyek kerja sama antara Kab. Magetan (Jawa Timur) dengan Kab. Karanganyar (Jawa Tengah). Proyek jalan sepanjang 10,7 km ini dibagi menjadi dua yaitu 5,3 km dikerjakan oleh Kab. Magetan dan 5,4 km dikerjakan oleh Kab. Karanganyar.

Proyek jalan ini dilaksanakan pada tahun 2001 dan selesai tahun 2008 dengan anggaran mencapai Rp. 72, 5 Miliyar. Pembangunan jalan yang melintas di kawasan hutan pinus milik KPH Lawu. Pembangunan jalan ini dilaksanakan engan menggempur tebing – tebing yang ada di lereng gunung Lawu.
Jalan Tembus Cemoro Sewu – Sarangan yang semula hanya bertujuan sebagai jalan alternative untuk memperpendek rute jalan Magetan – Surakarta tidak sengaja berkembang menjadi obyek wisata baru bahkan dapat diandalkan bagi Kab. Magetan.

Jalan Tembus Cemoro Sewu – Sarangan menawarkan pemandangan yang luar biasa. Mulai dari pepohonan pinus yang lebat, udara dingin dan sejuk, bongkahan batu tebing bekas galian yang apik, bahkan kalau kita beruntung kita bisa mendapatkan suasana kabut tebal yang indah disertai kicauan burung-burung Lawu yang sangat merdu.
Di Jalan Tembus Cemoro Sewu – Sarangan juga terdapat wisata kuliner yaitu sate kelinci, jagung bakar dan aneka minuman hangat. Di sepanjang Jalan Tembus Cemoro Sewu – Sarangan berjejer warung – warung yang menyediakan berbagai kuliner tersebut. Pengunjung disuguhi pemandangan Telaga Sarangan yang indah yang dapat dilihat dari warung – warung ini. Keunggulan lainnya pengunjung tidak harus membayar untuk menikmati wisata di Jalan Tembus Cemoro Sewu – Sarangan ini alias gratis.

Wisata Sayur Magetan

Magetan-Berbicara soal wisata,ini dia yang juga tidak kalah menarik di Magetan,Wisata Sayur Segar di Plaosan yang jarang jarang di temukan ditempat lain,Selain di sarangan itu terkenal dengan wisata alamnya,baik berupa Telaganya sendiri ataupun pemandangan alamnya yang merupakan pertanian dan juga perkebunan.

Oleh oleh yang dijamin Fresh kalau anda menyempatkan mampir ke pasar plaosan,karena merupakan hasil pertanian dan perkebunan setempat dan yang penting harganya yang murah.jadi sangat cocok untuk oleh oleh.

Untuk anda yang menginginkan sayuran yang segar,ketika pulang dari sarangan pastikan anda melewati pasar wisata plaosan,karena dipasar itu menyediakan sayuran segar langsung dari pertanian setempat.

 

Potensi Desa Sumberdodol sebagai Desa Wisata

Magetan-Desa Sumberdodol ternyata menyimpan potensi sumber air yang luar biasa. Di desa tersebut, ada 11 mata air. Yang terbesar adalah sumber Tirta Mudo.  Tidak hanya itu, PDAM juga mengambil bahan baku dari Sumberdodol.
Selain itu, sumber air di situ juga dinikmati sejumlah desa di bawahnya. Yakni Sidokerto dan Cepoko. Kerjasama yang dijalin menggunakan sistem pembayaran hasil pertanian, berupa gabah.Tiap satu dim dibayar dengan satu ton gabah.
Tahun 2009 lalu, Desa Sumberdodol dipercaya oleh Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Magetan sebagai salah satu pilot project desa wisata. Itu sebabnya, di kawasan ini dibangun sebuah kolam renang. Kolam untuk anak-anak tersebut berada di belakang balai desa.Meski dalam taraf pembangunan, namun setiap hari libur sudah dikunjungi masyarakat sekitar. Tiket masuknya pun sangat murah. Hanya Rp 2 ribu per orang. ”Uang tiket masuk masuk kas desa untuk dikelola.

Ke depan, tidak hanya kolam renang. Akan tetapi, pihak pemerintahan desa juga akan membangun tempat bermain anak-anak dengan lokasi berdekatan dengan kolam tersebut. Apalagi jika wisatawan datang bersamaan dengan musim tanam atau pas panen raya. Di desa tersebut, petani masih menggunakan bajak tradisional dengan kerbau atau sapi sebagai alat penggeraknya.

Bumi Perkemahan Mojo Semi, Magetan

MAGETAN-Buper (bumi perkemahan) ini terletak di sebelah barat Telaga Sarangan, kurang lebih berjarak + – 2 Km. Tepat di bawah wilayah Perhutani Lawu Selatan, sehingga kawasannya masih sejuk, hijau dan yang pasti dingin ala pegunungan. Buper ini adalah salah satu buper yang sudah melegendaris di kalangan penduduk magetan dan sekitarnya, karena sudah cukup lama dibuka sebagai tempat perkemahan. Seperti buper yang lain, tempat ini juga menawarkan keindahan nan eksotik untuk mencari inspirasi. Dan terpenting adalah akses listrik, fasilitas MCK, sampai pasarpun sangat dekat lokasi buper ini, jadi sangat ideal untuk tempat kemah.

Selain itu Buper ini juga menawarkan beberapa permainan yang menarik, diantaranya flying fox, spiderman,outbond dan lain sebagainya. Di buper ini anda juga dapat menikmati suasana alam udara yang sejuk, air bersih mudah dijangkau. Dan beberapa nilai plus lainnya, seperti belajar pertanian disekitar daerah ini, memancing di telaga sarangan, dan bisa bersapa ria dengan monyet-monyet yang masih bergerak bebas disini.

Transportasi umum juga sangat mendukung, karena berada dekat tempat wisata terpopuler di Magetan, yaitu sarangan. Jadi jangan sia-siakan waktu anda di Magetan tanpa berkemah di Bumi Perkemahan Mojosemi.

 

Wisata Sejarah ” Benteng Pendem Ngawi ”

Benteng Pendem Ngawi ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Benteng Pendem ini dibangun oleh gubernur van den bosh sekitar tahun 1839 dengan memanfaatkan sungai bengawan solo dengan tujuan untuk mengatasi serangan dan pengaruh kerajaan mataram di yogyakarta. Saat kaki melangkah memasuki komplek bangunannya, sisa-sisa kekuatan Benteng Van Den Bosch atau yang biasa disebut Benteng Pendem Ngawi, masih sangat terasa. Keberadaan benteng ini tak banyak dikenal orang, bahkan nyaris terlupakan.

Menurut Bapak Tri Sarwo Edi,Salah seorang petugas jaga mengatakan bahwa dinamakan benteng pendem karena dulunya benteng ini tertutup tanggul.Ia menambahkan,bahwa Lokasi benteng pendem ini istimewa karena berada di tengah tengah aliran sungai.Lokasi benteng pendem ini sendiri  yaitu Timur Pasar Besar Ngawi, tepatnya Di Desa/Kampung Pelem. Hanya 3 Km dari Kota Ngawi.

Selama puluhan tahun benteng ini tidak boleh dijamah oleh publik karena merupakan daerah kekuasan militer. Padahal, jika ditelisik, benteng ini merupakan bangunan bersejarah yang patut dilindungi dan dikenal oleh masyarakat.

Menurut cerita masyarakat, setelah Indonesia merdeka, tepatnya sejak tahun 1962, Benteng Van Den Bosch dijadikan markas Yon Armed 12 yang sebelumnya berkedudukan di Kabupaten Malang. Pada waktu itu, kegiatan latihan militer dan kesatuan juga dipusatkan di areal benteng. Karena kondisi yang bangunan tidak mendukung untuk perkembangan dan kemajuan kesatuan, maka sekitar 10 tahun kemudian Yon Armed 12 menempati lokasi baru di Jalan Siliwangi, Kota Ngawi. Namun, sebagian area benteng masih digunakan untuk gudang persenjataan. Tembok dan tiang-tiang penyangganya masih berdiri kokoh, hanya saja telah pudar dimakan usia. Tampak jelas jika bangunan Benteng Van Den Bosch ini dibangun sebagai zona pertahanan pada waktu pemerintahan Belanda dulu. selain itu benteng ini dulunya juga digunakan oleh ilmuwan belanda sebagai tempat persinggahan

Meskipun telah berusia tua, benteng pendem ngawi masih sangat kokoh. Bangunan ini terdiri dari pintu gerbang utama serta kamar kamar yang digunakan untuk para tentara. Ada sebuah halaman rumput di tengah tengah benteng dan juga ada beberapa tempat yang dulunya digunakan sebagai kandang kuda.

 

[ TERIMA KASIH, ANDA PENGUNJUNG KE 1.648 ]
LENGKAPI INFO ANDA TENTANG MAGETAN DAN JAWA TIMUR

DI STREAMING KAMI DAN DI 101.10 MHz BAGASKARA FM

-------------------------------------------------------------------------------------------

Bagaskara Sport Info : 6:00 AM | Fresh & Smart : 8:00 AM | Teras Kota : 10:00 AM

Lesehan : 3:00 PM | Bagaskara Info : 7:00 PM | Jazz Area, Blues Area, Slow Rock Area

Relax Music, Nglaras and Sengah - Sengah : 10:00 PM

  • Ngabuburit Picu Kemacetan di Rute Pamoyanan-Ciawi 23 Juni 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Menjelang waktunya berbuka puasa, masyarakat Indonesia termasuk di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya ikut melaksanakan budaya ngabuburit. Sayangnya, kegiatan itu justru menambah kemacetan bagi para pemudik yang... […]
  • Mensos Targetkan Penerima PKH Sebanyak 10 Juta di Tahun 2018 23 Juni 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai suatu program dari Kementerian Sosial untuk penganggulangan kemiskinan di Indonesia. Hingga kini Pemerintah terus berupaya agar jumlah penerima PKH bisa lebih... […]
  • Liburan, Pengamanan Candi Borobudur Libatkan 254 Personel 23 Juni 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Lebaran 2017, pengamanan di Candi Borobudur akan melibatkan 254 personel terdiri atas unsur Polri, TNI, Ormas, dan Pramuka. "Guna memberikan... […]
  • Antisipasi Lonjakan Penumpang, Angkasa Pura II Perluas Bandara 23 Juni 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Mengantisipasi lonjakan penumpang arus mudik, PT Angkasa Pura II memperluas bandara di beberapa kota. "Sejauh ini ada empat formasi dengan arus penumpang yang terus bertambah," ujar Presiden... […]
  • Saudi, Mesir, dan UEA akan Sanksi Turki karena Bantu Qatar 23 Juni 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA), dikabarkan tengah mendiskusikan pemberian sanksi ekonomi terharap Turki. Ketiga negara menilai sanksi itu perlu diterapkan kepada Ankara karena... […]

Campus Broadcasting System – Bagaskara FM