Home » Info Kampus » Apa itu VPN, apa itu DNS?

Apa itu VPN, apa itu DNS?

Istilah VPN sempat marak setelah tanggal 22/5/2019 lalu pasca penerapan pembatasan fungsi media sosial termasuk WhatsApp untuk menekan penyebaran hoaks oleh pemerintah. Pembatasan tersebut meliputi pelambatan untuk mengunduh atau mengunggah video serta foto sehingga menyulitkan penggunaan sehari-hari, baik untuk keperluan baik maupun niat buruk.
Sebagian pengguna mengatasi pembatasan tersebut dengan cara memasang Virtual Private Network (VPN). Dan sangat disayangkan sebagian pengguna menggunakan aplikasi VPN gratisan yang cukup beresiko terhadap keamanan akses internet.
Cara lain yang dilakukan pengguna selain VPN adalah menggunakan penyedia DNS resolver publik.

APA ITU VPN?

VPN adalah jaringan pribadi virtual untuk memperluas jaringan pribadi di jaringan publik, dan memungkinkan pengguna dalam mengirim dan menerima data di jaringan bersama atau publik seolah-olah perangkat komputasi mereka terhubung langsung ke jaringan pribadi.

Secara teknis, VPN lebih aman karena dibuat dengan membuat koneksi titik-ke-titik virtual melalui penggunaan sirkuit khusus atau dengan protokol tunneling melalui jaringan yang ada. Tapi akan beda cerita jika Anda menggunakan VPN dari penyedia layanan gratis, bukan dari penyedia layanan VPN berbayar atau VPN yang Anda bangun sendiri.

Apakah potensi bahaya dari VPN gratis?

Menggunakan VPN gratis dapat berisiko terkena serangan Man In the Middle, yaitu suatu serangan terhadap sistem komputer yang saling berkomunikasi satu sama lain. Dimana dalam kondisi ini hacker memungkinkan berada di tengah jalur komunikasi antara Anda ke internet. Sehingga hacker dapat membaca, membajak, dan mencuri data atau bahkan menyisipkannya dengan malware.

Beberapa layanan VPN gratis sebenarnya tidak gratis 100%. Memang Anda tidak ditarik biaya, tapi sebagai gantinya Anda akan menerima adware yang akan muncul di gadget Anda yang kadang cukup mengganggu.

APA ITU DNS?

Domain Name System (DNS) bisa kita ibaratkan sebuah “buku telepon internet” yang bertugas menterjemahkan alamat URL (Uniform Resource Locator) menjadi IP (Internet Protocol Address).
Sebagai contoh, saat kita mengakses alamat www.google.com, DNS akan menterjemahkan menjadi alamat IP 172.217.160.4.

Masing-masing penyedia layanan internet memiliki DNS sendiri yang bisa “menyensor” alamat situs-situs tertentu. Misalnya pemerintah menginstruksikan untuk memblokir sebuah atau beberapa situs sekaligus, pihak penyedia layanan internet akan memasukkan daftar alamat tersebut ke server DNS untuk di blokir.

Apa yang terjadi jika pengguna internet memakai DNS alternatif dari penyedia layanan lain?

Beberapa situs yang diblokir memungkinkan untuk bisa diakses, begitu juga fungsi layanan yang dibatasi.

Dari penjelasan diatas, antara VPN dan DNS sebenarnya adalah dua hal layanan yang berbeda peruntukan utamanya. Tapi dalam kebutuhan untuk menghindari pembatasan fungsi akses internet tentunya sangat beresiko jika Anda memilih memakai VPN gratisan.

Milad Ke-105 Tahun 'Aisyiyah dan Milad Ke -100 Tahun TK 'Aisyiyah
Honor Lunas, K2 Tuntut SK dan Jaminan Kesehatan.

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow