Eddy Suseno : Asuransi, Putus Momok Gagal Panen.

Magetan-CBS
Momok gagal panen menghantui petani di Kabupaten Magetan jelang masa tanam akhir tahun. Kemarau diprediksi bakal mengganggu pasokan air irigasi lahan pertanian disejumlah wilayah di Kabupaten Magetan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHP dan KP) Kabupaten Magetan, Eddy Suseno, berharap, petani di Kabupaten Magetan dapat mengikuti asuransi untuk jaminan jika gagal panen. ” Jika kita ikut asuransi, gagal panen kita masih dapat ganti rugi dari pihak Asuransi,” kata Eddy Suseno, Kamis (5/7).

Dikatakan Eddy, petani seharusnya memanfaatkan subsidi asuransi dari Pemerintah pusat. Petani di Kabupaten Magetan hanya membayar Rp 36 ribu dari total premi Rp 140 ribu per tanam yang harus dibayar. Sebab sisa Premi Rp 104 ribu bakal dibayar Pemerintah pusat melalui APBN.” Kita hanya bayar 20%, sisanya yang 80% dibayar pemerintah, jika kita gagal panen, kita dapat klaim dari asuransi Rp 6 juta per hektar,” ujar Eddy Suseno.

Ironisnya, petani di Kabupaten Magetan belum banyak yang memanfaatkan subsidi asuransi dari pemerintah pusat.” Sebenarnya asuransi adalah salah satu backup pemerintah, jika petani gagal panen,” jelas Eddy Suseno.
Sebagai informasi, lahan tanam di Kabupaten Magetan mencapai 28.500 hektar. Dari total jumlah tersebut 7500 hektar ditanami tebu, sedangkan sisanya  merupakan tanaman pangan, mulai padi, sayuran, hingga tanaman palawija.

Norik – Bagaskarafm Magetan

Bupati Bangga Hasil Pertanian Magetan.
Samsi Nyaleg Dewan Provinsi Jatim.

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow